Pages

Featured Posts Coolbthemes

Wednesday, November 26, 2014

Pelestarian Terumbu Karang Dengan Media Buatan

Indonesia memiliki kekayaan alam bawah air yang sangat mengagumkan, namun perlu dilakukan secara cermat untuk menjaga pelestarian alam. salah satu pelestarian terumbu karang dengan media buatan.

Beberapa komunitas selam kini bukan hanya melakukan penyelaman saja namun melakukan juga pelestarian dengan menggalakkan media terumbu karang buatan untuk menjaga populasi ikan dan terumbu karang sebagai rumah ikan.

Kegiatan ini seperti dilakukan kalangan komunitas selam yang ada di kalbar, yakni Inhasa Diving Club atau yang disingkat dengan IDC.

Dengan dasar wujud kepedulian terhadap pelestarian terumbu karang, para anggota Inhasa menggelar kegiatan penanaman karang yang berlangsung di pulau penata besar, kabupaten Bengkayang. Media buatan yakni menggunakan semen dengan beragam bentuk kemudian di simpan di dasar laut.

Selanjutnya setiap 2 atau 3 bulan, dilakukan pengecekan dan membersihkan karang buatan tersebut serta melakukan pengukuran berapa ketinggian karang buatan yang dilakukan.

Kegiatan ini juga diharapkan untuk merangsang generasi muda khususnya kalangan pencinta olahraga bawah air untuk turut serta melakukan pelestarian terumbu karang dan sekaligus sebagai kampanye agar tidak menggunakan alat tangkap ikan yang illegal seperti melakukan pengeboman ikan yang bisa menghancurkan terumbu karang dikawasan itu.

Walaupun tanpa adanya bantuan dari pihak lain, kegiatan penanaman terumbu karang ini terus dikakukan secara berkelanjutan dan direncananya juga akan dilakukan di kawasan pulau-pulau lain di Kalbar sehingga menjadikan lokasi diving yang menarik. 

Tuesday, November 18, 2014

Kebijakan Pemerintah Menaikan Harga BBM Menyesatkan

Kebijakan pemerintahan Presiden RI Jokowi menaikan harga BBM tanggal 18 November 2014 ditanggapi aksi demo dari berbagai organisasi pergerakan mahasiswa di Kalbar yang berlangsung di Bundaran Sebelas Digulis Kalbar Jalan A.Yani Pontianak yang menolak kebijakan itu.

Mahasiswa menilai bahwa kebijakan kenaikan harga BBM saat ini sangat keliru dan tidak tepat, hal ini berdasarkan fakta bahwa harga minyak dunia mengalami penurunan dan bahkan negara tetangga yakni Malaysia akan mengeluarkan kebijakan menurunkan harga minyak di negara itu.

Dalam orasinya mahasiswa juga mengkritisi kebijakan presiden tanpa adanya keberpihakan kepada masyarakat dan tanpa adanya kajian ekonomi dampak yang akan ditimbulkan pasca kebijakan itu dilakukan karena beberapa kebutuhan masyarakat dipastikan akan menanjak naik.

Patut diketahui saat Jokowi pada masa kampanye capres menyatakan akan mengeluarkan 3 kartu sakti yakni kartu indonesia sehat, kartu indonesia pintar dan kartu indonesia sejahtera namun setelah menjadi presiden ternyata dana tersebut tidak ada dan akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk memaksakan menaikan harga BBM dengan kata lain kepentingan itu hanya berdasarkan kepentingan politik dan sangat menyesatkan.

Pakar ekonomi Indonesia, kwik juga mengungkapkan kebijakan pemerintah menaikan harga BBM saat ini tidak tepat dan bahkan sulit diterima dari kajian ekonomi karena minyak dunia mengalami penurunan harga serta negara tidak membeli minyak mentah yang ada di negara kaya ini walaupun pengolahan minyak mentah itu diekspor di negara Singapura.

Kwik juga menyatakan bahwa Jokowi terkesan mengabaikan keluhan rakyat dampak pasca kenaikan BBM sebesar Rp.2000,- perliter.

Beberapa pengamat negara juga menilai bahwa kebijakan kenaikan harga BBM ini sangat kental dengan politik yang akan menghancurkan negara dan syarakat dengan mafia minyak.




Monday, September 22, 2014

Lomba Mancing Udang Galah Se-Kalbar 2014

Ikuti dan saksikanlah Lomba Mancing Udang Galah Se-Kalbar yang digelar PUG dan Pemuka sebagai wujud pelestarian alam dan peduli terhadap sesama serta kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan lokasi mancing di sungai Rasau Kabupaten Kubu Raya, Kegiatan lomba mancing udang galah ini akan diselenggarakan pada tanggal 28 September 2014.

Lomba ini akan memperebutkan uang tunai puluhan juta rupiah dan beragam hadiah menarik lainnya.

Sunday, May 4, 2014

Mengenal Rule Of Thirds

Rule of thirds adalah dimana menampilkan gambar dalam camera yang dinamis dan enak untuk dilihat seperti pada foto ataupun pada layar video sehingga tidak menimbulkan kejenuhan mata memandang.

Pada Rule of thireds itu merupakan pembagian layar menjadi tiga bagian secara garis maya atau garis hayal saat mengabadikan momen atau objek yang ada dibagian sudut-sudut garis maya bukan pada bagian tengah atau sentral atau dalam istilah lain garis itu secara vertikal atau horizontal dipertemuan garis tersebut yakni di bagian bawah atau atas dan dibagian kanan atau kiri.

Dapat dicontohkan saat mengabadikan gambar orang maka yang menjadi titik tengah adalah mata, maka untuk menghasilkan gambar yang dinamis sesuai dengan rule of thirds itu harus berada di bagian pertemuan garis maya kiri atau kanan dan atas atau bawah.

Patut menjadi pertimbangan dan kecermatan setiap dalam pengambilan gmbar yakni harus menghasilkan gambar yang berfariasi sehingga mendapatkan momen yang ada sesuai yang kita inginkan, hal yang sangat diperlukan juga pada pengambilan gambar video sehingga ada keanekaragaman gambar dengan berbagai sudut pengambilan gambar sehingga menarik dan tidak membosankan.

.








Rule of Thirds

Saturday, May 3, 2014

Sungai Kapuas Menjadi Tong Sampah Terapung

Sungai Kapuas merupakan sungai yang menjadi bagian kehidupan masyarakat Kota Pontianak terutama yang bermukim di bantaran sungai.

Namun sangat disayangkan saat ini sungai yang menjadi bagian kebanggaan dan sekaligus kehidupan vital masyarakat itu mengalami pencemaran dengan banyaknya sampah yang sengaja dibuang oleh masyarakat yang tidak mengindahkan betapa pentingnya air sungai Kapuas bagi kehidupan kalangan masyarakat lainnya.

Tumpukan sampah itu bisa dengan mudah kita temukan hampir disepanjang sungai Kapuas, seolah-olah sungai kapuas menjadi tong sampah terapung dan menjadi pemandangan buruk di kawasan sungai itu.

Padahal kita ketahui setiap harinya masyarakat yang bermukim di sungai itu memanfaatkan airnya untuk keperluan mandi, mencuci bahkan perusahaan air minum daerah juga menjadikan air sungai terpajang di Kalimantan itu sebagai air minum untuk keperluan ratusan ribuan penduduk sungai kapuas yang dialirkan kerumah-rumah penduduk.

Mungkin setiap orang yang kita temui akan mengungkapkan kata yang sama "Sungai Kapuas Sekarang Kotor". Anggapan itu memang tidak bisa dibantahkan apabila dibandingkan dengan kondisi sungai Kapuas beberapa tahun lalu.

Yang lebih membuat pilu pemandangan di sungai itu, hampir disepanjang sungai kapuas warga seenaknya membuang sampah rumah tangga langsung ke sungai tanpa memikirkan dampak yang akan ditimbulkan dan tidak adanya himbauan pemerintah untuk memperingatkan warga agar tidak membuang sampah ke sungai sebagai bentuk antisipasi dikemudian hari.

Sungai Kapuas menjadi tong sampah terapung memang menjadi fenomena yang harus ditanggulangi sejak dini karena air sungai Kapuas sangat penting bagi kehidupan masyarakat Kota Pontianak dan warga lainnya yang ada di Kalbar yang masih tergantung dengan air sungai itu.

Mungkin saja pemerintah terkait menggalang kegiatan untuk membersihkan sampah yang memadati sungai kapuas dengan melibatkan peran serta masyarakat, pelajar dan mahasiswa serta berbagai organisasi pemuda yang ada di daerah ini.

Selain itu, pemerintah pun bisa pula melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang bermukim di tepian sungai Kapuas dengan memberikan pemahaman agar tidak lagi membuang sampah ke sungai serta menyediakan tong sampah di berbagai tempat dan di daerah pemukiman penduduk yang selama ini mungkin luput dari perhatian, padahal kalau dicermati kawasan sungai Kapuas bisa menjadi salah satu objek wisata yang mengagumkan di Kota Pontianak sehingga menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke daerah ini. 

Friday, April 25, 2014

Potensi Kampung Beting Sebagai Wisata Kota Pontianak

Perkampungan Beting merupakan perkampungan yang berada di tepian sungai kapuas yang letaknya sangat strategis di Kota Pontianak. Patut diketahui perkampungan yang satu ini tidak bisa dipisahkan dengan sejarah berdirinya Kota Pontianak.

Nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan sangat kental di perkempungan beting sebagai nilai-nilai warisan budaya leluhur.

Berbagai tanggapan negatif memang cenderung tercetus apabila menanyakan kepada masyarakat tentang perkampungan Beting tersebut, namun anggapan itu bisa terbantahkan apabila kita mengunjungi kampung yang satu ini dengan nilai-nilai budaya kebersamaan dan sangat terasa berbeda dengan perkampungan lainnya yang ada di Kota Pontianak.

Kehidupan masyarakat yang tinggal di kampung Beting memang sangat jauh berbeda karena kita temukan nilai-nilai kesederhanaan terutama pada pemukiman tempat tinggal penduduk.

Mungkin saja ini merupakan salah satu kurangnya perhatian pemerintah sehingga pada saat sekarang ini perkampungan Beting dinilai jauh tertinggal dengan perkampungan lainnya.

Namun tidak bagi para pelukis Pontianak yang mengekspesikan keahlian mereka dalam seni lukis dan memberikan pesan moral bagi siapa saja yang melihat lukisan mereka di rumah warga. Pesan moral itu tentang adanya pengungkapan fakta bahwa perkampungan Beting mengalami kesenjangan sosial.

Selain itu, para pelukis juga memberikan pesan yang ingin disampaikan agar anak-anak Beting harus tetap sekolah demi masa depan yang baik di kemudian hari.

Memang diakui bahwa anak-anak kampung Beting masih banyak ditemukan yang putus sekolah karena masih adanya anggapan dikalangan mereka bahwa pendidikan yang tinggi tidak bisa merubah nasib mereka.

Lukisan yang terpampang itu memiliki pesan mengajak masyarakat di kampung Beting untuk mengatasi persoalan agar anak mereka kelak dapat terus sekolah dan ini merupakan tanggungjawab semua pihak.

Dengan berbagai kreasi dan seni lukis para seniman Pontianak, bisa jadi asumsi negatif tentang kampung  Beting di kalangan masyarakat bisa memudar karena Beting merupakan perkampungan yang sangat bersahabat dan menarik untuk dikunjungi, bahkan bisa menjadi perkampungan wisata di Kota Pontianak apabila didukung oleh semua kalangan termasuk pemerintah.

Monday, February 24, 2014

Perpustakaan Kalbar Buka Hingga Malam

Perpustakaan merupakan gudang ilmu bagi kalangan yang suka membaca atau alias ingin mendapatkan beragam informasi dan literatur, salah astu orangnya yaa seperti sayaa.. (hahahaaa..) sombong dikit bolehkan.

Hal yang sangat menggembirakan saat saya berkunjung ke perpusatakaan wilayah Kalbar yang beralamat jalan Sutoyo Pontianak samping rumah Betang. Ternyata ada kabar baik yakni pihak perpustakaan membuat kebijakan melayani masyarakat untuk menikmati dan sekaligus memanfaatkan buku-buka hingga malam hari sampai pukul 22.00 wib.

Kalau sebagian orang mungkin beranggapan kabar tersebut biasa saja, tapi kalau orang yang suka membaca seperti saya atau kalangan mahasiswa yang ingin membaca buku untuk menyelesaikan tugas atau skripsinya bisa sangat bermanfaat dan pastinya sebagai kabar menggembirakan.

Saat berdialog dengan kepala UPT Perpustakaan wilayah Kalbar, Untad mengungkapkan kebijakan membuka layanan hingga pukul 22.00 wib berdasarkan keinginan lebih untuk memberikan waktu yang banyak kepada masyarakat Kalbar khususnya yang berada di Pontianak dan sekitarnya karena dengan membaca secara otomatis membantu pemerintah mencerdaskan masyarakat.

Selain itu, perpusakaan wilayah Kalbar juga menambah fasilitas buku-buku baru dan bahkan yang sangat mahal harganya di pasaran guna membantu kalangan yang membutuhkan berbagai informasi yang bermanfaat sehingga tidak banyak biaya untuk membeli buku bacaan.

Memang disadari atau tidak, beberapa kalangan masyarakat kurang memanfaatkan fasilitas perpustakaan terbesar di provinsi kalbar ini karena kurangnya buku-buku bacaan dan promosi untuk mensukseskan gemar membaca, namun anggapan itu saat ini terasa kurang benar karena saat ini karena pihak perpustakaan terus berupaya pengadaan buku-buku menarik dan buku-buku baru.

Selain itu bagi kalangan pengunjung perpustakaan akan dimanjakan dengan fasilitas Wifi untuk koneksi internet dan belasan unit komputer yang bisa digunakan di lantai 2 sebagai wujud memudahkan kalangan pengunjung.

Dari dialog dengan kepala UPT Perpustakaan Kalbar, Untad juga terungkap bahwa saat ini perpustakaan minim mendapatkan alokasi dana dari pemerintah yakni alokasi APBD daerah. Walau pun merasa kecewa dengan alokasi anggaran yang kecil itu, namun pihak perpustakaan berupaya menggandeng beberapa pihak untuk membantu memberikan sumbangan buku agar masyaratakat Kalbar bisa mendapatkan pelayanan yang baik terkait visi misi perpustakaan mencerdaskan masyarakat.

Semoga saja bagi kalangan yang suka menulis yang telah menghasilkan buku atau memiliki buku bacaan bisa menyumbangankan ke perpustakaan terbesar di Kalbar ini kalau pun memang tidak memiliki dana untuk membantu pengadaan buku baru karena dengan semakin banyaknya masyarakat mengunjungi perpuskatakaan maka secara langsung kita membantu mencerdaskan masyarakat.