Pages

Featured Posts Coolbthemes

Monday, February 24, 2014

Perpustakaan Kalbar Buka Hingga Malam

Perpustakaan merupakan gudang ilmu bagi kalangan yang suka membaca atau alias ingin mendapatkan beragam informasi dan literatur, salah astu orangnya yaa seperti sayaa.. (hahahaaa..) sombong dikit bolehkan.

Hal yang sangat menggembirakan saat saya berkunjung ke perpusatakaan wilayah Kalbar yang beralamat jalan Sutoyo Pontianak samping rumah Betang. Ternyata ada kabar baik yakni pihak perpustakaan membuat kebijakan melayani masyarakat untuk menikmati dan sekaligus memanfaatkan buku-buka hingga malam hari sampai pukul 22.00 wib.

Kalau sebagian orang mungkin beranggapan kabar tersebut biasa saja, tapi kalau orang yang suka membaca seperti saya atau kalangan mahasiswa yang ingin membaca buku untuk menyelesaikan tugas atau skripsinya bisa sangat bermanfaat dan pastinya sebagai kabar menggembirakan.

Saat berdialog dengan kepala UPT Perpustakaan wilayah Kalbar, Untad mengungkapkan kebijakan membuka layanan hingga pukul 22.00 wib berdasarkan keinginan lebih untuk memberikan waktu yang banyak kepada masyarakat Kalbar khususnya yang berada di Pontianak dan sekitarnya karena dengan membaca secara otomatis membantu pemerintah mencerdaskan masyarakat.

Selain itu, perpusakaan wilayah Kalbar juga menambah fasilitas buku-buku baru dan bahkan yang sangat mahal harganya di pasaran guna membantu kalangan yang membutuhkan berbagai informasi yang bermanfaat sehingga tidak banyak biaya untuk membeli buku bacaan.

Memang disadari atau tidak, beberapa kalangan masyarakat kurang memanfaatkan fasilitas perpustakaan terbesar di provinsi kalbar ini karena kurangnya buku-buku bacaan dan promosi untuk mensukseskan gemar membaca, namun anggapan itu saat ini terasa kurang benar karena saat ini karena pihak perpustakaan terus berupaya pengadaan buku-buku menarik dan buku-buku baru.

Selain itu bagi kalangan pengunjung perpustakaan akan dimanjakan dengan fasilitas Wifi untuk koneksi internet dan belasan unit komputer yang bisa digunakan di lantai 2 sebagai wujud memudahkan kalangan pengunjung.

Dari dialog dengan kepala UPT Perpustakaan Kalbar, Untad juga terungkap bahwa saat ini perpustakaan minim mendapatkan alokasi dana dari pemerintah yakni alokasi APBD daerah. Walau pun merasa kecewa dengan alokasi anggaran yang kecil itu, namun pihak perpustakaan berupaya menggandeng beberapa pihak untuk membantu memberikan sumbangan buku agar masyaratakat Kalbar bisa mendapatkan pelayanan yang baik terkait visi misi perpustakaan mencerdaskan masyarakat.

Semoga saja bagi kalangan yang suka menulis yang telah menghasilkan buku atau memiliki buku bacaan bisa menyumbangankan ke perpustakaan terbesar di Kalbar ini kalau pun memang tidak memiliki dana untuk membantu pengadaan buku baru karena dengan semakin banyaknya masyarakat mengunjungi perpuskatakaan maka secara langsung kita membantu mencerdaskan masyarakat.


Thursday, February 13, 2014

Kesenjangan Kaya Miskin di Indonesia Semakin Tinggi

Kesenjangan antara kaya dan miskin di Indonesia hingga sekarang terus mengalami peningkatan yang cukup tinggi padahal sesuai data dari berbagai sumber bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup mengagumkan.

Angka-Angka makro ekonomi itu bisa menyesatkan bila kita luput mengamati realitas yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Bahwa pada dasarnya pertumbuhan ekonomi itu belum sepenuhnya dinikmati seluruh masyarakat banyak. Bahkan data Statistik menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonimi yang tinggi itu baru dinikmati sebagian kecil masyarakat Indonesia yang diperkuat dengan perkembangan kesenjangan masyarakat semakin tinggi.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan yakni pemerintah ke depan harus lebih memperhatikan aspek pemerataan agar tujuan pembangunan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur bisa diwujudkan. Dalam 5 tahun belakangan, ekonomi Indonesia tumbuh dengan nilai rata-rata 6 persen per-tahun. Data itu menempatkan Indonesia tertinggi ke-2 di Asia setelah China.

Data bank dunia, pada tahun 2012 pendapatan domestik bruto (PDB) menurut harga berlaku sebesar USD 878 miliar atau sebesar USD 1,2 triliun. Dengan besaran ekonomi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara peringkat ke-16 terbesar di dunia atau terbesar ke-5 di Asia setelah China, Jepang, India dan Korea Selatan dan menempatkan Indonesia sebagai peringkat pertama pertumbuhan ekonomi di Asean.

Namun apabila dilihat dari data BPS, ternyata distribusi PDB masih sangat timpang. Menurut data tahun 2012 dari seluruh PDB di Indonesia sebanyak 57,6 persen dihasilkan di pulau Jawa, 23,7 persen disumbangkan oleh pulau Sumatra, sedangkan 9,8 persen disumbangkan oleh pulau Kalimantan dan pulau Sulawesi, Nusa tenggara, Maluku dan Papua menyumbang sebesar 9 persen. Diketahui hampir 80 persen berada di pulau Jawa dan Sumatra.

Paradok dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi selama 10 tahun terakhir tingkat ketimpangan pendapatan di Indonesia cukup tinggi. Tercatat pada tahun 1999 ketimpangan berada pada tingkat moderat dengan jumlah 3,1 persen menjadi 4,2 pada tahun 2012.

Realitasnya, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi ternyata dinikmati oleh sebagian kecil rakyat Indonesia yakni sekitar 0,5 persen penduduk super kaya saja. Data Global Wealth yang dirilis pad atahun 2012, Indonesia memiliki 104 ribu orang terkaya. Diprediksi pada tahun 2017, jumlah tersebut akan mengalami peningkatan menjadi 201 ribu orang kaya.

Data tahun 2012, di Indonesia hanya ada 785 orang kaya dengan kekayaan diatas USD 30 juta, dimana sebanyak 25 orang memiliki kekayaan sebesar USD 2 miliar atau lebih dan 380 orang memiliki kekayaan diatas USD 49 juta. Total 405 orang super kaya di Indonesia itu menguasai kekayaan berjumlah USD 120 miliar.

Jadi meskipun ekonomi Indonesia mengalami peningkatan cukup tinggidengan jumlah orang kaya terus bertambah, namun distribusi pendapatan nasional jelas mengalami ketimpangan semakin lebar dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2012, kelompok 20 persen terkaya menikmati sekitar 41 persen pendapatan nasional. Diprediksi 10 tahun kemudian kelompok ini akan menguasi 50 persen pendapatan nasional. Kondisi ini akan berbanding terbalik dengan orang termiskin di Indonesia yang diprediksi akan mengalami penurunan untuk menikmati pendapatan nasional dan mengakibatkan kesenjangan ekonomi yang cukup jelas terutama pada masyarakat pedesaan, pedalam dan kepulauan..

 

Cover Buku Yasin

Tolong di cek design cover buku yasin nya okeee...
klu seandainya ada yang salah cepat diberi tau yaa..

Tuesday, January 28, 2014

Media Korban Politik Busuk

Indonesia kini mulai mengalami situasi politik busuk dan media pun menjadi korban sebagai alat politik busuk yang dilakukan oleh partai. Televisi sebagai media yang paling berpengaruh publik mulai bias karena berafiliasi dengan partai politik dan kalangan jurnalis media itu tidak memiliki beban dalam pemberitaan suatu peristiwa karena tidak berdaya menolak kepentingan pemilik modal. Bahkan selain itu banyak lagi yang mempengaruhi isi berita karena bos mereka adalah aktor politik.

Maka pogram berita dan dialog di televisi utamanya juga berlangsung transaksional seperti yang sering terjadi pada dunia politik tanah air. Televisi hanya piawai dalam melakukan peliputan, mengemas berita eksklusif atau acara dialog dengan melakukan kesepakatan pihak politik yang cenderung mencari bukti-bukti demi mendukung pendapat masing-masing dan mengabaikan bukti yang menyatakan sebaliknya.

Kebanyakan jurnalisnya memperoleh informasi dari pihak tertentu dan bukan berdasarkan investigasi sendiri dalam menggali kebenaran sesuai fakta dilapangan. Meski kita akui bahwa sekarang masyarakat mulai mengalami peningkatan jiwa kritis namun hal tersebut bukanlah nilai-nilai positif dan akan berdampak secara signifikan  pada dunia jurnalis secara umum.

Kalangan pakar mencermati bahwa  sejumlah media terutama televisi hanya berupaya demi tujuan politik jangka pendek mengarahkan perhatian publik terhadap sebuah masalah atau menggiring isu melalui isi program acara seperti berita. Hal lainnya yakni seperti pada tayangan iklan tokoh politik yang semakin gencar ditayangkan oleh berbagai televisi swasta apalagi mereka adalah pemilik modal atas televisi tersebut. Hal yang cukup miris yakni berbagai program acara kemanusiaan yang pada dasarnya adalah kampanye terselubung untuk menonjolkan para calon kandidat presiden.

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini acara dialog di televisi lebih sering mengundang kalangan politisi bukan mengundang pakar berkredibilitas. Pastilah mereka berupaya mencitrakan diri sebagai seorang negarawan atau super hero. Ketika media televisi tidak lagi berhati-hati dalam mengundang narasumber atau mungkin dengan niat sembunyi secara sengaja melakukannya, maka yang terjadi adalah media turut memikul dosa besar atas kekecauan atau lebih buruk lagi menciptakan suatu kondisi apa yang sering disebut sebagai reproduksi kebencian atau istilah lainnya pembodohan masyarakat.

Mendekati pesta demokrasi terakbar negara yakni pemilu yang akan berlangsung pada 9 April 2014 mendatang maka yang ditakuti adalah terjadinya kebohongan yang syarat dengan persaingan, kelicikan, tipu daya dan yang pastinya akan terjadinya saling menjatuhkan. Maka media di negara ini akan memikul dosa karena dianggap gagal dalam menjalankan tugas sebagai lembaga kontrol masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai etika, kecerdasan dan nilai persatuan bangsa. Oleh karena itu saat ini harus ada pihak yang berfikir dan berbuat agar media tidak tergelincir sebagai alat yang bertujuan sebagai kepentingan pemilik modal dan kepentingan para partai politik.

|Disadari atau tidak bahwa saat ini pemerintah dalam posisi yang lemah karena tidak bisa melakukan pelarangan media dalam memberitakan sesuatu karena jika dilakukan maka  Indonesia dianggap sebagai negara yang melanggar hak untuk berekspresi dan berpendapat atau lebih tren dikenal dengan istilah melanggar HAM. Sementara itu lembaga kepercayaan yakni KPI pun takut untuk melaksanakan tanggungjawabnya dalam merealisasikan aturan sesuai hukum yang berlaku.

Rakyat Indonesia saat ini berharap ada stasiun televisi yang berperan sungguh-sungguh dalam memberikan nilai edukasi atau pendidikan kepada mereka atas ketidak jelasan berita dan informasi yang diberitakan media terkait pemberitaan tentang dunia politik dan berbagai isu lainnya seperti keakuratan lembaga survei dalam melakukan jejak pendapat dan bukan berdasarkan kepentingan seseorang, kelompok atau partai tertentu yang pada dasarnya untuk mewujudkan pemenangan pemilu 2014.

Saat ini sadar atau tidak sadar hanya TVRI dan RRI lah yang diharapkan mampu mengemban tugas sebagai media kontrol serta sebagai media yang berkewajiban mencerdaskan bangsa karena saat ini media swasta telah menjadi momok menakutkan karena dengan sengaja mengotorkan tangannya dalam kancah pencitraan tokoh atau partai politik yang berlaga dalam pemilu 2014 mendatang.

Monday, January 27, 2014

Pemilu 2014 Diprediksi Angka Golput Meningkat

Beberapa kalangan menilai bahwa pelaksanaan pemilu 2014 yang berlangsung pada 9 April mendatang akan terjadi peningkatan angka golput dibandingkan pada pemilu sebelumnya. Ada beberapa hal para kalangan memprediksi angka golput tersebut mengalami peningkatan, salah satunya pengaruh dari para caleg yang diusung partai peserta pemilu 2014 terkait visi misi sebagai penggalangan simpatik masyarakat.

Sementara itu penilaian peran partai tidak berpengaruh secara besar dalam mendongkrak masyarakat untuk menyalurkan hak suara pada pemilu tahun ini karena faktor tersebut sangat tergantung dari peran para caleg yang dianggap tidak mampu untuk menjadi wakil pada lembaga legislatif.

Prediksi akan terjadinya peningkatan angka golput dari pendapat beberapa kalangan bisa diyakini menjadi hal yang nyata karena selama ini para caleg yang diusung partai perserta pemilu jauh dari harapan masyarakat dan terkesan hanya sebagai orang-orang pemilik modal saja dan orang-orang yang haus akan kekuasaan bahkan mereka pun terkesan sangat jauh sebagai orang-orang yang dianggap sebagai pemimpin yang mampu memperjuangkan persoalan masyarakat agar lebih baik.

Janji-janji dan harapan yang selalu disampaikan para caleg bisa menimbulkan dampak apatis masyarakat dalam menyalurkan hak suaranya dalam pemilu mendatang karena belajar dari pengalaman pemilu sebelumnya para caleg hanya menginginkan dukungan pada saat menjelang pemilu dengan mengobral janji-janji tanpa bukti. Selain itu mereka terkesan tidak peduli setelah berhasil terpilih menjadi anggota dewan.

Penilaian masyarakat tidak lagi percaya pada para caleg dan beranggapan ingin golput yakni berdasarkan kiprah atau sepak terjang para anggota dewan selama menjabat yakni hanya ambisius dalam mengejar kedudukan dan melupakan fungsi serta tanggungjawab sebagai wakil dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Sangat ironis memang apabila mereka yang saat menjabat hanya menghalalkan segala cara demi satu tujuan mencari keuntungan dalam hal ini materi serta kepentingan partai mereka semata.

Wajar saja masyarakat menilai bahwa para anggota dewan bukanlah perwakilan rakyat tetapi perwakilan partai karena jelas mereka hanya memperjuangkan kepentingan partai dengan mengatasnamakan rakyat.

Wednesday, January 22, 2014

Sejarah Perang Pasifik dan Pendudukan Jepang di Borneo

Perang Pasifik merupakan sejarah yang menjadi catatan dunia dan berawal dari pendudukan Jepang di pulau Borneo atau pulau Kalimantan. Pada 8 desember 1941 pecah perang Pasif atau yang dikenal dengan nama "Perang Asia Timur Raya" setelah angkatan udara Jepang dibawah pimpinan Laksamana Nagaro melancarkan serangan mendadak kepangkalan Angkatan Laut AS di Pearl Harbour, Hawai. Bersamaan dengan itu Angkatan Udara Jepang juga melancarkan serangan dan melakukan pengeboman atas Singapura, Pulau Wake, Pulau Midway, Pulau Guam, Manila, Hongkong dan Pualu Nauru. Akibat serangan itu Angkatan Laut AS di timur jauh lumpuh dan AS pun menyatakan perang terhadap Jepang.

Pernyataan perang juga diutarakan oleh Belanda yang merupakan salah satu negara sekutu AS. Pada 18 desember 1941 pukul 06.30 Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Jenderal Tjarda Van Starkenborgh Stachouwer melalui radio menyatakan perang terhadap Jepang. Pernyataan perang oleh Belanda pun membuat tentara Jepang bergerak secara cepat dan melakukan penggempuran di daerah-daerah selatan yang kaya akan minyak bumi untuk mendukung peperangan. Sasaran utama Jepang yakni Tarakan dibagian timur pulau Borneo (sekarang di Kaltim) yang merupakan daerah yang dikuasai oleh Belanda. Serangan itu mengakibatkan Belanda angkat kaki, namun sebelumnya Belanda dengan licik menghanguskan ladang dan depo minyak di daerah itu karena takut dimanfaatkan oleh Jepang.

Pada 11 januari 1942, Jepang berhasil mendarat di Tarakan dan keesokan harinya komandan Belanda di pulau Borneo ( Kalimantan ) menyerah kepada Jepang. Tanggal 24 januari 1942, Jepang berhasil menguasai kota Balikpapan yang merupakan daerah kedua penghasil minyak bumi. Sementara itu Kota Pontianak berhasil dikuasai tentara Jepang pada tanggal 29 januari 1942 secara resmi yang sebelumnya tentara Jepang berhasil melakukan serangan bom pada tanggal 19, 22 dan 27 desember 1941 yang mengakibatkan lumpuhnya kekuatan tentara Belanda di Kota Pontianak. Residen Borneo Barat dr.Van Der Zwaal dan Overste Vasqua beserta satu batalyon serdadu Belanda tidak mampu membendung serangan tentara Jepang yang saat itu sangat kuat dengan amibisi menguasai dunia khususnya negara-negara di Asia.

Tentara Jepang juga melakukan serangan ke Miri sebuah kota di pantai utara Sarawak Malaysia diketahui bahwa wilayah itu terdapat ladang minyak bumi yang saat itu dikuasai oleh keluarga Raja Brooke. Setelah berhasil menguasai Miri, tentara Jepang bergerak cepat menguasai kota Kuching Malaysia, pada waktu itu kota Kuching merupakan pusat pemerintahan kerajaan Brook yang dipanggil "Raja Putih". Keberhasilan menguasai kota Kuching, kemudian tentara Jepang memperkuat pasukan dengan melakukan pembangunan camp dan membangun tempat untuk tawanan perang termasuk para tawanan perang yang berasal dari Kalbar.

Jepang remsi menyatakan perang kepada Belanda terkait tanggapan yang dinyatakan pihak Belanda yang ditandai dengan keberhasilan tentara Jepang menghancurkan pasukan sekutu di Laut Jawa pada tanggal 1 januari 1942. Keberhasilan Jepang melumpuhkan  pasukan sekutu mengakibatkan Jepang dengan mudah menguasai daerah di pulau Jawa dan merebut kota Bandung. Saat itu Kota Bandung merupan basis kekuatan tentara Belanda. Pada waktu itu, kekuatan militer pasukan Belanda di Pulau Jawa diperkirakan sekitar 40.000 prajurit yang tergabung dalam 4 divisi.

Saat itu, pasukan Belanda, AS, Inggris dan Australia yang tergabung dalam pasukan sekutu mulai bergeser ke Jakarta akibat gempuran pasukan Jepang. Namun, komando pasukan sekutu itu bermarkas di Lampung dibawah komando Panglima Letnan Jenderal H.Ter Poorten.

Komandan Jepang, Jenderal Imamura pada tanggal 8 meret 1942 mengeluarkan ancaman kepada Belanda agar meninggalkan kota Bandung dan mengadakan perundingan, dalam ancamannya apabila Belanda masih bersikeras tidak memenuhi ancaman itu maka Jepang akan melakukan pengeboman secara besar. Ancaman Jepang itu memang bukan gertakan belaka yang ditandai dengan banyaknya pesawat pengebom Jepang mengitari kota Bandung dan siap melakukan perintah apabila Belanda masih tidak menuruti ancaman tersebut.

Pada tanggal 9 maret 1942 pukul 08.00 dalam siaran radio Bandung terdengar perintah Jendral Ter Poorten kepada pasukannya agar tidak melakukan kontak senjata atau berperang kepada tentara Jepang dan melakukan kapitulasi tanpa syarat.

Di Linggarjati pada tanggal 9 maret 1942, tercatat dalam sejarah bahwa peristiwa tersebut merupakan akhir kisah penjajahan Belanda di Indonesia. Setelah itu, Jepang menduduki atau berhasil merampas Indonesia sebagai negara baru jajahan hingga akhirnya Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.

  

Monday, January 20, 2014

Sejarah Awal Kongsi China Di Kalbar

Sejarah awal kongsi China di Kalbar terungkap dalam catatan sejarah Hindia Belanda yang menyatakan bahwa orang China telah datang ke Borneo Barat (Kalbar) pada masa dinasti Ming (1368-1664) dalam beberapa gelombang melalui Brunei. Mereka yang datang pada masa itu terdiri dari pedagang dan perantau dalam jumlah yang kecil untuk mencari kehidupan yang lebih baikdi pulau Borneo yang kaya akan bahan tambang emas, intan, batu bara dan minyak bumi serta lada hitam dan sarang burung walet.

Tercatat sejarah bahwa kedatangan kongsi China untuk menambang pertama kali ke Borneo Barat (Kalbar) dari Brunei pada tahun 1740 hingga 1745. Mereka membuka pertambangan emas di Mandor wilayah kerajaan Mempawah ( sekarang masuk wilayah Kabupaten Landak) serta pertambangan emas di Monterado, Seminis-Larah dan Pemangkat dalam wilayah kerajaan Sambas (sekarang Kabupaten Sambas dan Bengkayang).

Menurut Schaank (1893) kebanyakan para penambang emas kongsi China itu berasal dari suku Hakka, Hokkien dan Caton yang berimigrasi dari negaranya untuk mencari kehidupan baru di wilayah selatan guna menghindari kekacauan dan kelaparan akibat terjadinya peperangan di negerinya.

Kedatangan kongsi China ke pulau Borneo pada awalnya atas permintaan Sultan-sultan Melayu termasuk Sultan Sambas dan Penembahan Mempawah. Saat itu yang didatangkan penembahan Mempawah dan Sultan Sambas adalah para pekerja tambang emas dari provinsi Hainan yang memiliki keahlian dan ketekunan dalam pekerjaan penambangan emas. Kemanyakan dari penambang emas China itu berangkat terlebih dahulu ke Brunei baru kemudian menuju ke Kerajaan Sambas dan Kerajaan Mempawah.

Keberhasilan para pekerja China secara ekonomi dari hasil pertambangan emas telah menimbulkan persoalan baru dalam hubungan dengan Sultan Sambas. Setelah merasa kuat dan kaya pada tahun 1760 beberapa pemimpin dari penambang China mendirikan beberapa "Kongsi" pertambangan dengan mengelompokkan anggotanya menurut suku asal mereka di negeri leluhur. Tercatat sedikitnnya ada 12 Kongsi yang telah didirikan oleh para pekerja tambang China. Namun, Kongsi yang besar dan kuat hanya ada tiga, yaitu Kongsi Ta Kang yang menguasai kawasan Monterado-Larah. Kemudian Kongsi Lan Fang yang berkedudukan di Mandor dan Kongsi San Tiao Kou yang menguasai kawasan dekat Sepang, Seminis dan wilayah Pemangkat.

Ketiga Kongsi ini saling bermusuhan antara satu dengan yang lainnya karena persoalan batas wilayah pertambangan yang dikuasai mereka. Sedangkan Kongsi-kongsi kecil hanya mengikat hubungan kerjasama dengan salah satu Kongsi terbesar itu.

Ketiga Kongsi besar yaitu Ta Kang, Lan Fang dan San Tiao Kou berusaha memperluas wilayah pertambangan mereka dengan cara melakukan kerjasama dengan kongsi-kongsi kecil yang berada di luar wilayah merek. Perebutan pengaruh kalangan Kongsi ini menimbulkan menjadi penyebab permusuhan ketiga Kongsi besar itu terutama pada Kongsi Ta kang dengan Kongsi Tiao Kou yang wilayahnya berdekatan.

Pada tahun 1837 terjadi peperangan antara Kongsi Ta Kang dengan Kongsi San Tiao Kou yang disebabkan perselisihan perebutan wilayah pertambangan emas. Perselisihan itu bermula dari dibukanya Kongsi Kecil di Buduk dan Lumar (sekarang Kabupaten Bengkayang) oleh kalangan Kongsi Ta Kang. Tekanan yang dilakukan Kongsi Ta Kang terhadap Kongsi San Tiao Kou dan kongsi-kongsi lainnya yang kecil mengakibatkan mereka lari kepedalaman dan bahkan melarikan diri ke Serawak Malaysia. Sebagian dari mereka mendapatkan ijin dari Sultan Sambas untuk bercocok tanam dan meninggalkan pekerjaan pertambangan di daerah pedalaman.

Pada masa itu, peran kontrol Kesultanan Sambas terhadap para Kongsi China semakin lemah terutama setelah terjadinya penyerangan yang dilakukan Kolonial Inggris terhadap Kesultanan Sambas pada tahun 1813 untuk menangkap Pangeran Anom yang dituduh Raffles sebagai komandan Lanun. Terlebih lagi setelah pengembalian tahta Sultan Sambas oleh Inggris pada 24 Oktober 1813 yang disertai dengan syarat bahwa Kesultanan Sambas tidak boleh memiliki pasukan tempur dan hanya diperkenankan mempunyai pasukan pengawal istana saja. Dalam kondisi itu, Kesultanan Sambas tidak lagi memiliki kekuatan militer untuk menghadapi sepak terjang para pemimpin Kongsi yang mulai membangkang kepada kekuasaan Sultan Sambas terutama dalam hal membayar pajak atau upeti.

Kelemahan Kesultanan Sambas yang tidak lagi memiliki pasukan tempur dimanfaatkan para pemimpin Kongsi Ta Kang dan Kongsi-kongsi kecil diwilayah kontrolnya untuk membangun sebuah kekuatan pemerintahan sendiri yang kemudian dikenal dengan nama "Repubrik Kongsi". Selain mengatur pemerintahan dan membuat peradilan sendiri, Kongsi Ta kang dan kongsi kecil lainnya juga tidak mau lagi menyetor pajak orang asing dan pajak pertambangan emas yang mereka usahakan.Secara Defacto, Kongsi Ta Kang dan para kongsi kecil lainnya telah memisahkan diri dari Kesultanan Sambas yang telah memberikan wilayah pertambangan emas untuk mereka dulu. Pembangkangan yang dilakukan pimpinan Kongsi Ta Kang ini sangat meresahkan Sultan Sambas sehingga Sultan Sambas meminta bantuan Belanda di Batavia (sekarang Jakarta) untuk menumpas kongsi tersebut.

Patut diketahui bahwa sebelum para pekerja tambang China didatangkan ke Borneo Barat (Kalbar) oleh Penembagan Mempawah dan Kesultanan Sambas mereka terlebih dahulu menetap di Brunei dan melakukan pekerjaan penambangan emas yang dikendalikan oleh Kesultanan Brunei. Namun, lahan tambang Brunei mulai menipis dan mereka ditawarkan oleh Sultan Brunei kepada Penembahan Mempawah dan Kesultanan Sambas. Kedatangan kelombang pertama penambang emas China ke Borneo Barat (Kalbar) bukan atas inisiatif mereka sendiri tetapi difasilitasi oleh Sultan Brunei dan tercatat dalam laporan Raffles bahwa jumlah mereka mencapai 30.000 orang lebih dan jumlah emas yang mereka hasilkan dari beberapa kawasan pertambangan emas di Borneo Barat (Kalbar) sekitar 4.744.000 dollar Spanyol per-tahun.

Pada tahun 1799, terjadi pemberontakan pertama Kongsi China dan berhasil ditanggulangi Kesultanan Sambas dan Belanda. Pemberontakan ke-dua terjadi pada 13 Maret 1819 yang menyebabkan Lenan Von Kielberg terluka dan Juru Tulis Raupp hilang. Hingga kini jenazah juru tulis itu tidak pernah ditemukan lagi. Pemberontakan dipicu kebijakan Residen Sambas George Muller yang dinilai tidak aspiratif dalam menampung keluhan para Kongsi China. Tetapi pemberontakan itu dapat dipadamkan oleh Kapten Zimmermen.

Kongsi Ta kang dan kongsi-kongsi kecil lainnya bukan saja tetap menolak pembayaran pajak kepada Kesultanan Sambas tetapi mempersiapkan untuk melakukan pemberontakan ke-tiga yang lebih besar pada tahun 1851 yang menyebabkan Letnan Kolonel (Overste) Zorg tewas dalam pertempuran. Kedudukannya kemudian digantikan oleh Overste Andressen. Pasukan Belanda di Sambas dengan kekuatan militer yang dibantu pasukan dari Batavia (Jakarta) yang akhirnya dapat membubarkan Kongsi China terbesar di Monterado pada tahun 1854. Diketahui bahwa uapaya untuk menundukkan Kongsi China di wilayah Kesultanan Sambas Overste Andressen telah mengerahkan 2000 lebih tentara yang didatangkan dari pulau Jawa.